Categories
Uncategorized

Tana Beru Rumah bagi kapal pinisi suku bugis

Tana Beru merupakan rumah untuk kapal- kapal pinisi tangguh yang sudah berlayar mengelilingi samudra- samudra di bumi. Ayo memandang lebih dalam cerita di balik pembuatan kapal- kapal ini.

Budaya maritim Indonesia ialah salah satu yang sangat kaya di dunia, dengan daerah kepulauan serta para leluhur yang beraktifitas di jalur- jalur laut, mulai dari buat berdagang, hingga mencari pulau baru. Di Sulawesi, budaya maritim itu terepresentasikan melalui cerita- cerita tentang ketangguhan kapal pinisi dari Suku Bugis, sampai saat ini diselenggarakan secara teratur Festival Pinisi. Semunya berawal dari kampung suku Bugis, Tana Beru di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Hasilkan Kapal Tangguh, Berlayar Sampai Vancouver

Tanaberu terletak dekat 170 kilometer dari Makassar, tepatnya di Kabupaten Bulukumba. Tempat ini memanglah bukan tempat sembarangan. Bermacam kapal- kapal pinisi yang tangguh terbentuk dari tangan para perajin kapal yang tinggal di tempat ini. Tidak heran, kapal- kapal ini dapat dieskpor ke Eropa dengan harga miliaran rupiah serta menemukan apresiasi dari dunia. Tidak hanya perajin, para pelaut andal pula lahir di Tanaberu. Hidup buat laut serta dengan laut merupakan suatu kredo yang tidak dapat dipisahkan dari warga setempat.

Tradisi membuat kapal di Tanaberu telah berlangsung ratusan tahun, yang menunjukkan kalau keahlian membuat kapal memanglah diwariskan dari generasi ke generasi. Desain kapal serta gambar- gambarnya terbuat di kertas kemudian dipelajari secara turun- temurun. Dalam melakukan proses pembuatan kapal juga, senantiasa dimulai dengan ritual- ritual,, semacam membagikan sesajian biar kapal yang terbuat dapat mendatangkan keberuntungan untuk calon pemiliknya.

Biasanya pengerjaan satu kapal pinisi di Tana Beru memakan waktu 3 hingga 6 bulan, sebab sebagian material serta bahan pula wajib disesuaikan terlebih dahulu. Salah satu kapal pinisi yang menggemparkan dunia merupakan kala pada 1986, kapal pinisi sukses berlayar hingga ke Vancouver, Kanada. Semenjak dikala itu, mata dunia memandang pinisi yang dicpitakan di Tana Beru bagaikan suatu produk budaya yang wajib diapresiasi serta diberikan tempat di mata dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *