Categories
Uncategorized

Menikmati Keindahan Alam di Pura Luhur Uluwatu Bali

Jangan lewatkan mengunjungi Bali untuk mengunjungi tempat yang masih penuh dengan budaya atau tradisi yang dianut oleh masyarakat sekitar. Pulau Bali dikenal karena penduduknya yang masih mempertahankan ajaran leluhurnya. Kebanyakan orang Bali mengikuti agama Hindu, jadi Anda akan menemukan banyak kuil yang menjadi tempat ibadah mereka. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan orang Bali, kunjungan ke Pura Uluwatu akan memberi Anda gambar yang menarik untuk menjawab semua keingintahuan Anda. Setelah sampai di sana Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana ketinggian tebing 97 meter dapat mendukung bangunan candi?

Terletak di desa Pecatu, Kabupaten Badung, yang terletak 25 km selatan dari tempat wisata Kuta, membuat Pura Uluwatu dikunjungi karena lokasinya yang strategis. Tidak seperti candi lain yang umumnya tertutup bagi wisatawan, candi ini terbuka untuk mereka yang ingin tahu lebih banyak tentang kepercayaan masyarakat Bali. Bepergian dengan mengetahui budaya dan adat istiadat yang dihormati masyarakat setempat dan merenungkan pemandangan indah di sekitar kuil akan menjadi pilihan yang menarik bagi Anda untuk segera berlibur di sini. Tidak hanya pembangunan Pura Luw Uluwatu, yang berada di puncak tebing, tetapi juga di sekitar candi terdapat hutan kecil yang dihuni oleh ratusan kera. Jika Anda datang pada sore hari, pemandangan matahari terbenam yang datang dari puncak candi ini akan sangat indah dan menawan.

Sejarah Pura Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu didirikan pada abad ke-11 oleh Mpu Kuturan. MPU Kuturan tidak hanya membangun candi untuk digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menerapkan ajarannya kepada masyarakat yang sampai sekarang telah dijadikan sebagai kebiasaan dan masih dilaksanakan. Kemudian pada abad ke-16 juga datang Dang Hyang Niratha, seorang pemimpin agama Hindu yang memutuskan untuk moksa atau leluhur di kuil ini. Itu sebabnya candi ini disebut Pura Uluwatu.

Pura Luhur Uluwatu adalah salah satu candi surgawi surga, yang diyakini orang Bali Hindu sebagai salah satu candi yang memegang poros angin. Candi-candi lain di Bali seperti Pura Andakasa, Pura Besakih dan Pura Batur memiliki posisi di depan Pura Luhur Uluwatu. Mengunjungi candi ini akan membuat Anda lebih sadar akan tata cara ibadah dan budaya Bali yang kental. Anda juga akan melihat banyak monyet berkeliaran di area kuil, yang diyakini sebagai penjaga kuil suci luhur Uluwatu.

Emosi bepergian di Pura Uluwatu

Sebagai candi yang sudah dikenal dan menjadi incaran banyak wisatawan lokal dan mancanegara, kali ini Anda tidak salah dalam menjadikan candi ini tujuan wisata Anda. Untuk memasuki Pura Luhur Uluwatu, Anda harus membeli tiket masuk seharga Rp 15.000 / dewasa dan setengahnya adalah Rp 7.500 / anak-anak. Untuk wisatawan asing, harga tiket dibedakan dan sedikit lebih mahal yaitu Rp. 20.000 / dewasa dan Rp. 10.000 / anak-anak.

Pura Uluwatu Luhur dibangun di atas batu yang tinggi, di tempat ini Anda dapat secara bersamaan melihat ombak Samudra Hindia yang terhempas di kaki tebing Uluwatu. Ketika Anda berjalan menyusuri jalan setapak untuk mencapai kuil, Anda dapat secara bersamaan melihat keindahan tempat itu. Lewati pandangan Anda ke arah laut yang jernih dan bukit berbatu yang sangat mengesankan.

Sebelum memasuki area candi, bagi Anda yang mengenakan pakaian di atas lutut, wajib mengenakan sarung atau selendang untuk menutupi. Semuanya memiliki makna untuk menyatukan niat buruk yang ada dalam jiwa dan dilakukan untuk menghormati kuil. Untuk memasuki kuil, Anda akan melewati kurung kuil terlebih dahulu. Kuil ini memiliki penjaga yang merupakan patung dalam bentuk patung Ganesha. Namun, Anda harus tahu bahwa di Pura Luhur Uluwatu ada bangunan yang wisatawan tidak bisa masuk, yaitu bangunan utama tempat itu dihormati. Orang Hindu hanya bisa memasuki bangunan ketika mereka pergi untuk merayakan ritual ibadah.

Tenang saja, sebaliknya ada banyak yang bisa Anda lihat di sini. Berdirilah di tebing di sekitar kuil untuk melihat pemandangan laut yang akan memukau Anda. Rasakan semilir angin hutan kecil di dekat candi, nikmati ombak yang tak kenal lelah menghantam tebing yang langsung akan membuat Anda menyukai keindahan alam Pura Luhur Uluwatu.

Tetapi, sekali lagi, awasi barang-barang Anda karena monyet-monyet yang berkeliaran di kuil bisa nakal dan mengambil barang-barang yang Anda bawa yang menarik perhatian Anda. Asesoris seperti kacamata hitam, topi, dll. mereka dapat dengan mudah berpindah tangan jika Anda tidak fokus di sana. Tetapi jika itu terjadi, Anda masih bisa menukar makanan dengan makanan yang akan disambut oleh monyet.

Menikmati pertunjukan tari Kecak di Pura Uluwatu

Saat mengunjungi Pura Uluwatu, Anda juga harus menikmati tarian Kecak yang akan diadakan mulai pukul 6:00 hingga 19:00 WITA. Untuk melihatnya Anda harus membayar Rp. 100.000 tarian kecak ini akan menampilkan 50 hingga 100 penari yang akan menggerutu cak cak cak cak cak berulang kali. Tarian tradisional Bali ini menyajikan kisah Ramayana, di mana penari berpakaian hitam putih akan duduk melingkar dan mengangkat tangan. Ada penari yang berakting seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, sisanya adalah beberapa penari.

Bahkan, ada banyak tempat untuk melihat tarian Kecak. Namun, melihat tarian ini di pura uluwatu yang luhur sama indahnya. Berlokasi di kuil itu akan membuat Anda lebih bisa merasakan suasana mistis tarian. Tarian yang digelar sebelum matahari terbenam hingga malam hari dengan posisi candi di puncak tebing dan Samudra Hindia yang akan terlihat akan terasa sangat indah dan tak terlupakan.

Datanglah ke pantai Pecatu Uluwatu

Pantai Uluwatu terkenal dengan keindahannya yang luar biasa. Terletak di daerah Uluwatu, jangan hanya mengunjungi Pura Uluwatu. Anda juga harus datang ke Pantai Pecatu karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Pura. Untuk sampai ke pantai ini, Anda harus menuruni tangga terlebih dahulu. Meskipun tidak setenar Pantai Kuta di Bali, Pantai Pecatu sama indahnya. Setelah sampai di sana, Anda akan disambut oleh keindahan laut. Tebing tinggi yang tetap tinggi dikombinasikan dengan gundukan juga akan menjadi hiburan yang membingungkan. Anda bisa bersantai sejenak di pantai yang lebih tenang ini karena tidak terlalu ramai dengan pengunjung.

Selain Pantai Pecatu, Anda juga bisa mengunjungi pantai-pantai lain saat berada di kawasan Uluwatu. Jika Anda benar-benar berencana untuk pindah dari satu tempat wisata ke tempat lain, Anda harus menggunakan layanan penyewaan mobil. Dengan begitu, Anda akan lebih bebas karena Anda bisa menghabiskan waktu seharian bepergian. Nah, www.jadipergi.com menawarkan berbagai jenis akomodasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jadi tunggu apa lagi, mari kita bersenang-senang di Pura Luhur Uluwatu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *