Categories
Uncategorized

Candi Prambanan dengan Menghabiskan Sisa Sore di Malioboro, Yogyakarta

Sebuah suara samar dari suara Adhitia Sofyan di bagian lirik, “Membawa langkah saya kembali, mantra apa pun yang istimewa, saya pikir selalu ada sesuatu di Jogja” ketika saya duduk di kereta di rute Solo-Yogyakarta. Sore itu saya berencana untuk menghabiskan sisa hari berciuman di kota Yogyakarta, yang saya pikir ajaib karena dia selalu meminta saya untuk ‘pulang’, kembali ke kota ini.

Berkendara satu jam menggunakan kereta Sidomukti akhirnya mencapai stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Berlari ke penginapan dan menyewa sepeda motor dengan harga Rp. 70.000 untuk 24 jam. Pukul 13.00 waktu Indonesia Barat, kami memulai perjalanan dengan rute Google maps, menuju rute peninggalan bersejarah, Candi Prambanan. Namun, Anda juga dapat pergi ke area Candi Prambanan melalui bus Trans Jogja dengan biaya Rp. Hanya 3.500, fantastis, bukan? Perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari pusat kota Yogyakarta.

Candi Prambanan terletak di Jalan Raya Solo-Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta Candi Prambanan juga merupakan salah satu wisata wajib bagi wisatawan domestik dan asing ketika musim liburan tiba. Belum lagi pesona internasional dari Prambanan Jazz Festival, yang selalu menarik minat para pecinta musik jazz setiap tahun.

Setelah bepergian, Anda dapat memarkir kendaraan dan mulai memasuki area Candi Prambanan. Ada pasar mini yang menjual berbagai aksesoris seperti miniatur, gaun ganti, blangkon dan barang-barang lainnya yang tentu saja khas Yogyakarta.

Untuk memasuki kawasan wisata, Anda harus merogoh kocek sebesar Rp. 50.000 per orang dewasa dan anak kecil Rp. 25.000, dan beberapa tips bagi Anda yang ingin berkunjung, karena sore hari cukup panas, bawalah air minum atau payung Anda sendiri, tetapi Anda juga bisa menyewa payung dengan tarif sekitar Rp. 10.000 saja.

Setelah Anda puas melihat kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, jangan lupa untuk menangkapnya dalam gambar. Anda dapat kembali ke pintu keluar dengan berjalan kaki atau naik kereta mini ke Rp. 10.000 per orang.

Setelah puas bepergian, saya kembali ke tempat parkir sepeda motor dan kembali ke pusat kota Yogyakarta untuk menghabiskan sore di Malioboro, yang merupakan salah satu ikon kota Yogyakarta, yang menjadi tempat yang harus dilihat oleh jutaan orang. orang. .

Malioboro adalah jalan raya tiga jalur yang membentang dari Monumen Yogyakarta ke persimpangan Kantor Pos Yogyakarta. Banyak sekali makanan ringan dan makanan, dan oleh-oleh khas Yogyakarta yang bisa Anda dapatkan di wilayah ini. Tapi yang berkesan adalah duduk di kursi di pinggir jalan menyaksikan lampu-lampu kota dan kendaraan yang lewat diiringi oleh suara samar dari alat musik tradisional, yang merupakan pertunjukan di Jalan Malioboro.

Saya pikir kenangan mudah dibuat di tempat ini, mengingat bahwa kerumunan benar-benar dapat menciptakan suasana hati yang lebih baik. Jika Anda lapar, Anda harus mencoba kue beras sate yang dijual di dekat trotoar sekitar Rp. 15.000 per porsi. Jika Anda ingin membeli oleh-oleh khas Jogja seperti bakpia, Anda juga dapat mengunjungi tempat pembuatannya dengan menghabiskan Rp. 10.000 untuk naik becak dengan ongkos sekali jalan.

Pada saat itu, seorang pengemudi becak menyarankan saya untuk pergi ke Bakpia Pathok Vista, dengan langsung mengunjungi tempat pembuatannya, ia menawarkan keuntungan mendapatkan bakpia segar dan masih ada berbagai rasa dari konten Bakpia. Harganya relatif lebih murah tergantung pada bagaimana keterampilan itu menawarkan Anda juga.

Setelah itu, Anda bisa bermalam di Malioboro dengan secangkir kopi atau memilih untuk kembali ke penginapan.

Masih banyak tempat lain yang belum terjamah di kota Yogyakarta yang selalu membuat saya terpanggil untuk merasakan “rumah” ini lagi. Anda juga Ayo, rencanakan liburan ini untuk bepergian ke Yogyakarta!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *